Masih inget banget, pertama kali J demam yang beneran karena sakit. Dulu, umur 2 bulan memang pernah demam juga, tapi karena KIPI (Kejadian Ikutan Paska Imunisasi) DPT, jadi gak bisa diitung sebagai sakit ya :p
Bukan worry karena apa, toh memang sudah tau bahwa demam adalah reaksi alami tubuh saat memerangi kuman, tapi namanya anak sakit, ya tetep was-was. Kemudian coba baca ulang artikel yang pernah dikirim sama moderator Sehat waktu awal join milis. Di artikel tersebut, jelas dituliskan bahwa demam adalah suatu kondisi fungsional (Fever is functional), artinya, demam berfungsi membantu kita memerangi infeksi. Demam berfungsi sebagai alarm untuk memberitahukan bahwa sesuatu tengah terjadi di dalam tubuh kita. Jadi, seharusnya tidak perlu khawatir.
Namun, ada satu hal yang membuat lebih waspada, adalah tanda-tanda gawat darurat pada demam si anak, yaitu :
- Dehidrasi – karena pada saat demam, terjadi peningkatan pengeluaran cairan tubuh sehingga dapat menyebabkan dehidrasi.
- Kejang demam, tetapi kemungkinannya sangat kecil. Selain itu, kejang demam hanya mengenai bayi usia 6 bulan sampai anak usia 5 tahun. Terjadi pada hari pertama demam, serangan pertama jarang sekali terjadi pada usia < 6 bulan atau > 3 tahun. Gejala: anak tidak sadar, kejang tampak sebagai gerakan2 seluruh tangan dan kaki yang terjadi dalam waktu sangat singkat. Umumnya TIDAK BERBAHAYA, tidak menyebabkan KERUSAKAN OTAK.
Nah, untuk poin ke dua ini yang menjadikan cemas. Bukan takut terhadap kejang nya, namun takut terhadap reaksi orang-orang dewasa di sekitar J, jika memang dia mengalami kejang demam.
Untuk itu, perlu share lebih serius mengenai kejang demam.
Di web milik milis sehat, terdapat sebuat artikel mengenai kejang demam. Kejang demam adalah kejang yang terjadi pada saat seorang bayi atau anak mengalami demam tanpa infeksi sistem saraf pusat (1,2). Hal ini dapat terjadi pada 2-5 % populasi anak. Umumnya kejang demam ini terjadi pada usia 6 bulan – 5 tahun dan jarang sekali terjadi untuk pertama kalinya pada usia < 6 bulan atau > 3 tahun (http://milissehat.web.id/?p=51).
Kejang Demam tidak bisa dicegah. Jadi pemberian obat kejang ataupun obat penurun panas, tidak akan bisa mencegah anak kejang. Dalam sebuah artikel di medscape disebutkan bahwa Antipyretic agents may not prevent febrile seizures, according to the results of a randomized, placebo-controlled, double-blind trial reported in the September issue of the *Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine*. (http://www.medscape.com/viewarticle/708568). Bahkan lebih telak lagi, nlm menyampaikan bahwa A febrile seizure does not mean that your child is not getting the proper care. (http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000980.htm).
Dengan bekal yang cukup, Insya Allah J tidak akan mendapatkan pengobatan yang berlebihan selama dia demam, sehingga tidak perlu menanggung efek samping dari obat-obatan yang bisa jadi tidak perlu.
Tags: anak, Demam, Kesehatan